Selasa, 19 Februari 2013

APA ITU CINTA



APA ITU CINTA
      Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad saw , keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak anda menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari tsb. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak anda untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan saat ini sudah keropos dan luntur. Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Ingat, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan,lambat laun itu pasti akan luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda mendadak wajahnya penuh bisul atau sakit cacar diwajahnya, giginya copot akibat kecelakaan, Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang dulu pernah  menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan.Yang jelas bagi yang masih jomblo boleh apa saja jadi faktor pertimbangan pra nikah, tetapi syarat mutlak yang tidak boleh tidak bin mutlak, adalah faktor ahlak dan agamanya yang mantab yang bergaransi selamat dan bahagia langgeng dunia akherat sebagaimana pesan Rosululloh. Wollohu a,lam.

15 dampak buruk pacaran



15 DAMPAK BURUK 
  
P A C A R A N
       Dibawah ini adalah dampak buruk pacaran bagi pasangannya. Maaf jika kata-kata yang digunakan ada yang terkesan vulgar, semata-mata bertujuan agar dapat menggambarkan keadaaan yang sebenarnya. Semoga coretan ini akan menjadikan yang belum pacaran, tidak merasa rugi tidak pacaran bahkan beruntung dan yang berpacaran menyadarinya.
Pacaran adalah ancaman serius bagi generasi muda islam. Tidak seperti kejahatan atau “dosa besar” lainnya, seperti, narkoba, membunuh, murtad, korupsi yang kehadirannya ditentang masyarakat dan ada tindakan hukumnya. Pacaran justru digemari banyak orang dan sudah menjadi kebiasaan umum. Bahkan menjadi keharusan bagi yang hendak menikah.
Padahal pacaran merupakan kejahatan dan dosa besar yang sama. Tapi generasi muda kita hampir tak ada yang tak mengalami kejahatan dan dosa besar ini!
Sungguh ini ancaman serius.
Dampak buruk pacaran bagi pasangannya.
1. Pacaran itu mendahulukan nafsu bukan cinta, karena hal pertama yang dipikirkan saat akan bertemu pacar adalah nafsu berbuat mesum. Coba saja jika berani untuk tidak menurutinya, putuslah hubungan itu seketika.
2. Pacaran itu membuat ketagihan dan takkan pernah terpuaskan. Jangan heran jika orang yang berpacaran dari hari ke hari, akan melakukan hubungan fisik yang terus meningkat. Setelah tamat maka nafsupun akan mencari objek pelampiasan baru dengan orang yang berbeda lagi.
3. Pacaran itu karena umpannya, daya tariknya adalah kemolekan tubuh wanita maka laki-laki yang mendekatinya biasanya hanya ingin menikmatinya saja sebagai obyek seks.

4. Pacaran itu cenderung mengandalkan kecantikan, ketampanan, kejantanan fisik, kemolekan tubuh untuk memikat pasangannya. Padahal ketahuilah, bagaimanapun menariknya pesona fisik itu pasti ada kekurangannya dan pasti ada lagi yang lebih oke. Jadi jangan andalkan fisik, apalagi kelebihan fisik itu pasti akan luntur, disebabkan melahirkan, usia tua, sakit, kecelakaan dsb. Jadi andalkanlah kelebihan-kelebihan selain fisik, seperti akhlak yang terpuji, memiliki ketrampilan, keahlian tertentu, kepintaran dll yang terus dapat ditingkatkan kwalitasnya dan tak lekang oleh waktu.
5. Pacaran itu sering dikira sebagai ekspresi rasa cinta padahal tempat pelampiasan nafsu. Jadi jangan tertipu! Buktinya, kalau cinta katanya, kenapa harus wajib bercumbu, padahal mencintai itu banyak jalannya. Sebelum nikah, kita bisa mencintai pasangan kita itu seperti mencintai adik, sahabat, saudara kita saja. Dengan begitu makin teruji kemurnian cinta itu bukan lantaran seks. Jadikanlah persetubuhan badan itu sebagai sesuatu yang sakral, suci bukan mesum!
6. Pacaran itu menjadikan momen malam pertama pernikahan, tidak lagi istimewa, sudah kehilangan kejutannya, anti klimaks. Karena semuanya sudah biasa dilakukan saat pacaran.
7. Pacaran yang katanya sebagai jenjang menuju pernikahan, kenyataannya sekarang ini, lebih cenderung sebagai tempat bersenang-senang dan pelampiasan nafsu syahwat. Lihat saja banyak anak-anak yang masih SMU sudah berpacaran. Padahal belum kerja, masih sekolah, mana mungkinlah mereka menikah dalam waktu dekat.
8. Pacaran mudah sekali disalahgunakan dengan berpura-pura ingin menikahinya padahal maksud sebenarnya agar dapat dengan aman leluasa melampiaskan nafsunya.
9. Pacaran berkali-kali, dengan alasan apapun, apalagi karena suka petualangan tubuh, akan menjadikan diri seseorang memiliki potensi atau kecenderungan selingkuh dan akan tetap sulit ditinggalkan meskipun sudah berkeluarga.
10. Pacaran menjadikan nafsu semakin pintar menilai dari sisi fisik semata. Jika setelah penjajakan dirasa tak memenuhi selera nafsunya maka mulailah mencari-cari alasan untuk mundur teratur, mencari yang lain.
11. Pacaran sekarang itu sudah seperti hubungan suami isteri. Jadi bagi yang sudah pernah pacaran beberapa kali, aktivitas bercumbu, orgasme, bahkan bersetubuh pada malam pertama pernikahan itu, bukanlah pengalaman yang pertama baginya. Karena ada orang lain diluar sana yang pernah lebih dulu melakukan itu semua dengan pasangannya! Malah mungkin lebih berbekas dihatinya.
12. Perasaan dengan sang mantan pacar, tidak akan pernah terlupakan. Sekalipun pahit, tentu ada juga manisnya. Setelah berkeluarga dengan orang yang berbeda dan terjadi ketidak-cocokan, maka perasaan akan sang mantan pun biasanya muncul kembali tanpa diundang. Apalagi ada media jejaring sosial (fb, koprol, twitter, daceband, netlog, dll) yang semakin memudahkan. Mula-mula menanyakan keadaan sampai lama-lama menjadi orang ketiga dalam rumah tangga.
13. Pacaran dulu sepuasnya mumpung belum menikah menjadi prinsip yang begitu melekat dikalangan banyak pria wanita saat ini. Biasanya mereka yang tidak taat agamanya. Padahal setelah menikahpun nanti, tetap saja tidak bisa dihentikan, karena sudah terbiasa.
14. Perempuan yang telah lama berpacaran tapi berakhir tanpa pernikahan akan merasakan penderitaan yang tidak ada duanya, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata karena selama ini segalanya telah ia serahkan, apapun telah ia korbankan. Kesetiaan, harta bahkan keperawanan.
15. Pacaran itu dapat mengakibatkan hilang keperawanan, hamil diluar nikah,( bukti nyata banyak siswa SMU tak dapat ujian karena perutnya bisul duluan),   aborsi, bunuh diri, bunuh pasangan sendiri.